Sejarah & Masyarakat

Louvre memiliki sejarah perampokan yang hebat di siang hari bolong

Ada serangkaian pencurian lain sekitar satu dekade kemudian. Pada tahun 1990, pencuri mengambil lukisan kecil Renoir dari Louvre—dipotong dari bingkainya di siang hari bolong dan dicuri bersama dengan 12 buah perhiasan Romawi kuno dan beberapa lukisan lainnya. Lima tahun kemudian, dua benda dicuri dalam satu minggu. Dan pada tahun 1998, lukisan Camille Corot dipotong dari bingkainya dan menghilang. Itu masih belum pulih.

Sejak itu, museum telah berupaya meningkatkan keamanan di tengah kritik yang meluas, bahkan baru-baru ini menjalani audit keamanan, menurut Reuters.

Akankah permata yang tak ternilai harganya bisa ditemukan kembali? Menurut Associated Press, sejauh ini baru satu benda yang ditemukan—sebuah tiara zamrud dan berlian yang berkilau dan kini rusak, yang pernah dihadiahkan oleh Napoleon III kepada istrinya, Eugénie. Namun nasib karya seni lainnya, termasuk perhiasan yang dikenakan oleh beberapa ratu dan permaisuri Prancis, masih belum pasti.

Meski tidak segera ditemukan, sejarah menunjukkan ada harapan bahwa suatu hari nanti mereka bisa kembali ke museum: Pada tahun 2021, sebuah baju zirah Renaisans Italia yang dicuri pada tahun 1983 ditemukan dari koleksi pribadi keluarga di Prancis barat.

Sementara itu, sejarah panjang Louvre dengan para pencuri yang berani—dan perdebatan tentang cara mengamankan harta nasional Prancis—tampaknya akan terus berlanjut.

Catatan redaksi: Cerita ini telah diperbarui untuk mencerminkan informasi baru tentang berapa lama perampokan Louvre tahun 2025 berlangsung serta untuk mengoreksi tanggal pencurian Mona Lisa tahun 1911.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button